Selasa, 18 April 2017
Kunjungan dan Apresiasi dari IKSM Solo
Dalam sambutan awal, beliau menyampaikan bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah di Surakarta yang belum ditunjuk pemerintah sebagai pelaksana Kurikulum 2013 akan melaksanakannya secara mandiri, dan kebetulan SMP Islam Al Abidin salah satu sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 secara mandiri sejak tahun 2014. di akhir sambutan awal, beliau meminta kami selaku Kepala SMP Islam Al Abidin untuk menjelaskan latar belakang dan pengalaman terbaik sekolah dalam melaksanakan K13 secara mandiri.
Dalam kesempatan tersebut kami paparkan latar belakang, suka-duka dan kondisi secara umum dari pelaksanaan K13 di sekolah kami. Dan kami paparkan pula profil dan best practice pengelolaan sekolah secara umum.
Di tahun 2013, pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, mengeluarkan kebijakan baru terkait kurikulum. Kurikulum 2006 akan digantikan dengan Kurikulum baru yaitu, Kurikulum 2013. Di tahun pertama pelaksanaan, K13 dicobakan untuk beberapa sekolah saja untuk mengukur berbagai indikator dalam penerapan kurikulum baru. Dan di tahun pelajaran berikutnya, Mendikbud saat itu, Muhammad Nuh atas arahan dari Presiden waktu itu memutuskan melaksanakan K13 di semua sekolah di Indonesia. Di tahun pelajaran 2014/2015 dimulai kurikulum 2013 secara serentak bebarengan dengan pelaksanaan pelatihan bagi guru. setelah beberapa bulan dilaksanakan dan guru sudah mengikuti pelatihan yang cukup banyak memakan waktu. Di akhir tahun pelajaran yang sama, Mendikbud yang baru, Anies Rasyid Baswedan, mengumumkan akan mengevaluasi K13 dan mengintruksikan kepada sekolah-sekolah yang bukan pilot untuk kembali ke Kurikulum 2016 termasuk sekolah kami. Sejak saat itulah, kami menyelenggarakan workshop guru untuk menyikapi kebijakan pemerintah tersebut. Hasil dari workshop guru tersebut, kami memutuskan untuk tetap menggunakan K13 karena ada beberapa pertimbangan sebagai berikut;
1. Kurikulum 2013 mengedepankan kompetensi religious dan tidak memisahkan antara sikap, pengetahuan dan keterampilan.
2. Kurikulum 2013 memfasilitasi perkembangan karakter dan sikap kirtis siswa.
3. Kurikulum 2013 menggunakan pendektaan scientific, mulai dari mengobservasi, menanya, mengasosiasikan, mencoba, dan mengkomunikasikan dan mencipta. Sehingga pendekatan itu bisa mengakomodasi metode belajar Students Active Learning (SAL).
4. Dalam pembelajaran dan evaluasinya, K13 memberikan porsi yang lebih pada analisa dan problem solving. Sehingga kedepan siswa terbiasa dan bisa mengerjakan soal-soal dengan high order thinking skills (HOTS).
Pada intinya, sekolah sebagai tingkat satuan pendidikan memiliki otonomi dalam menyelenggarakan pendidikan, utamanya dalam menerapkan kurikulum. Dan ketika diyakini K13 lebih baik dari kurikulum sebelumnya, cara yang paling baik adalah diimplementasikan sambil terus berusaha untuk menjadikannya sebuah kurikulum yang ideal.
Sabtu, 01 April 2017
Trusted
Rasul Muhammad S.A.W sebelum masuk masa kenabian dijuluki Al Amin, orang yang terpercaya. Bahkan orang-orang di sekitar beliau lebih mempercayakan urusan perniagaan, penggembalaan dan penitipan barang kepada beliau dibanding kepada keluarga mereka sendiri. Bahkan beliau sejak kanak-kanak dikenal sebagai pribadi yang tanpa cacat dalam mengemban tugas dan amanah (zero defect).
Salah satu ikhtiar untuk meneladani hidup Rasulullah adalah dengan mengajarkan anak-anak kita berdagang dengan kejujuran. Orientasinya tidak sekedar untung rugi tapi juga ada nilai 'trusted' dalam diri mereka. Jadi, bukan hanya karena pertimbangan 'product' dan 'brand' saja orang memutuskan membeli, tapi karena 'track record' penjulanya yang terpercaya.
#entreprenueurship
Smpi Al Abidin
Rabu, 29 Maret 2017
LKS 2017
Solo akan menjadi tuan rumah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2017. Untuk mempersiapkannya, dilaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan LKS 2017 pada 29 s.d. 30 Maret 2017 di Hotel Novotel Solo.
Kegiatan yang akan diselenggarakan Bulan Mei mendatang akan memperlombakan 56 bidang lomba kejuruan. Selain itu, ajang ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan ke unggul and keunggulan SMK ke khalayak, khusunya ke sekolah menengah pertama (SMP). Oleh karena itu, SMP di Solo dilibatkan dalam program OSOP dan OSOC. OSOP kependekan dari One School One Province. 34 Sekolah yang ditunjuk akan menjadi tuan rumah atau dikunjungi oleh masing satu provinsi setiap sekolah. Dan OSOC kependekan dari One School One Country. Di lomba yang akan diikuti oleh siswa dari negara-negara Asean untuk kompetensi kejuruan Animasi 3D juga akan mengunjungi beberapa SMP di Solo.
Harapannya, kegiatan ini bisa meningkatkan daya saing bangsa melalui pendidikan kejuruan dan keterampilan serta saling mengenal kebudayaan dan local wisdom dari seluruh penjuru tanah air dan Asia Tenggara.
Selasa, 15 November 2016
Penyimpangan Sosial; Pembelajaran IPS
Interaksi sosial adalah sebuah dinamika kelompok yang menghasilkan perilaku masyarakat atau individu. Perilaku tersebut bisa negatif atau positif, bisa menyimpang atau sesuai nilai dan norma masyarakat. Perilaku positif tentu saja berdampak baik bagi pembangunan peradaban masyarakat. Sebaliknya, perilaku menyimpang akan membawa dampak buruk terhadapan masa depan bangsa kita.
Kenakalan remaja yang sering diwartakan di media bukti bahwa proses sosialisasi remaja-remaja kita kurang sempurna dan asupan informasi sehari-hari yang tidak mendukung tumbuh kembang mereka. Di zaman informasi seperti sekarang ini, perilaku menyimpang mudah sekali menular. Melalui TV dan gawai yang terhubung internet remaja kita melihat kemudian meniru apa yang baru ditontonnya baik secara penampilan maupun sikap.
Kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi pada mereka, sehingga sebagai manusia terdidik, siswa diharapkan mampu mendeteksi, menganalisa dan mencegah penyimpangan sosial terjadi pada dirinya dan lingkungan sekitarnya. Sebagai agent of change, setiap siswa harus punya visi dan misi untuk mencegah dan menanggulangi penyakit sosial, utamanya bagi diri mereka sendiri.
Dengan Teknik Role Play
Dalam pembelajaran IPS ini guru memberikan pesan tentang bahaya dan dampak penyimpangan sosial sangat penting untuk siswa karena mereka angkatan rentan terhadap pelaku maupun korban penyimpangan sosial.
Dengan metode bermain peran atau role play siswa lebih antusias dan pesan dari pembelajaran dengan mudah tersampaikan. Pertama guru memberikan pemahaman dasar dan contoh perilaku menyimpang yang terjadi di sekitar, kemudian siswa berdiskusi menentukan tema cerita dan membuat skenario bermain peran. Setiap siswa harus berlatih dan menghayati peran yang dia lakoni. Setelah ditampilkan dengan disaksikan siswa yang lain, setiap kelompok membuat kesimpulan dan analisa cerita terkait dengan penypangan sosial. Di akhir guru membuat kesimpulan umum dari penampilan siswa dan meberikan penekanan moral terhadap materi yang baru saja dipelajari.
Rabu, 02 November 2016
Kuat Arus dan Beda Potensial
Salah satu kebutuhan utama masyarakat modern adalah listrik. Dengan aliran listrik segala kebutuhan hidup menjadi lebih ringan dan mudah, mulai dari menyimpan dan memasak makanan, alat-alat elektronik rumah tangga, 'gadget', alat penerangan, serta kendaraan sudah mulai menggunakan energi listrik. Ilmu dasar tentang kelistrikan harus dikuasai setiap orang sehingga bisa meminimalisir dampak/efek yang ditimbulkan karena 'installation fault' atau 'short-circuited' yang bisa menyebabkan kebakaran, ledakan atau efek bahaya yang lain.
Dalam pembelajaran Fisika siswa diharapkan mengetahui prinsip dasar pengukuran arus, tegangan dan cara penggunaan alat ukur listrik dengan bereksperimen menggunakan alat ukur seperti voltmeter dan amperemeter.
Dari uji coba tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa:
1. Untuk mengukur arus listrik digunakan amperemeter yang dalam penggunaannya harus dihubungkan secara seri dengan hambatan.
2. Untuk mengukur tegangan listrik digunakan voltmeter yang dalam penggunaanya harus. dihubungkan secara pararel dengan hambatan.
3. Nilai arus akan sama pada semua hambatan jika rangkaian dipasang secara seri.
4. Nilai tegangan akan sama pada semua hambatan jika rangkaian dipasang secara pararel.
'Outcome' dari setiap pembelajaran bukan hanya sekedar pengetahuan saja, tapi juga harus menyentuh aspek keterampilan. Siswa tidak hanya tahu apa, tapi juga bisa apa.
Rabu, 31 Agustus 2016
Kirim Surat ke Pak Menteri
Siraman motivasi Jum'at
_______________
Terima kasih atas motivasinya Dr. Ita Kusumawati, M. Kes, Direktur Pelayanan Medik RSUD Karanganyar sekaligus orang tua murid level 9.
________________________
Mudah-mudahan siswa lebih bersemangat lagi belajar dan menata masa depan mereka mulai dari sekarang. Karena Mr. Oogway pernah bilang; 'yesterday is a history, tommorow is a mistery and today is a gift'. Syukuri dan manfaatkan hari ini untuk merencanakan dan menata masa depan kalian. Semangat sukses anak-anakku semua.
Mari BerQurban
Kamis, 02 Juni 2016
Pelepasan Angkatan Ke-4
dan kami ucapkan terima kasih atas doa, dukungan dan semangat dari; Dinas Dikpora Kota Surakarta, Yayasan Al Abidin, Orang tua/wali siswa, POMG kelas 9 dan semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan dan pengajaran di Smp Islam Al Abidin. Jazakumullah Khairan Katsiran.






















