Jumat, 27 Mei 2016

Live in Village & Philantrophy

Melatih kepemimpinan siswa diantaranya dengan membiasakan diri untuk melayani bukan dilayani, mempersiapkan bukan dipersiapkan, mengasihi bukan dikasihi, berempati, berkontribusi dan mudah berbaur dengan lingkungan baru dan juga membekali mereka dengan sikap mandiri karena akan tiba saat dimana mereka harus berdiri diatas kaki sendiri.
Kegiatan 'Philantrophy & Live in Village' Smp Islam Al Abidin yang diikuti 177 siswa level 7 menyisakan pengalaman yang sangat berkesan bagi para siswa. Sebuah kegiatan yg disuguhkan untuk melatih kepedulian dan kemandirian ini berlangsung selama 3 hari di Desa Karangasem Kec. Bulu Sukoharjo. Di sana siswa tinggal di rumah warga desa dan melakukan kegiatan layaknya anak desa yg membantu pekerjaan orang tuanya; mulai dari memasak, mencuci, membersihkan rumah dan halaman, membantu di sawah, dan masih banyak kegiatan harian yang mereka lakukan. 
Selain itu, untuk melatih kepekaan sosial, siswa menyelenggarakan bazar dan bakti sosial serta memakmurkan kegiatan masjid dengan melaksanakan sholat berjamaah, mengajar TPA dan mengadakan berbagai macam lomba utk anak-anak.

Semoga mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berakhlak karimah. Aamiin













Profesional untuk semua profesi

Semalam menyempatkan waktu keluar utk membelikan susu segar istri, sesampainya di depan warung shi jhon, seorang pemuda berseragam parkir lengkap dng kalung peluit yang melingkar di lehernya dng cekatan menghampiriku yg masih tengak-tengok cari t4 parkir.. kemudia dia menawarkan bantuan utk menata motor saya dit4 yang baik.. setelah keluar dari warung sang tukang parkir tadi dengan sigap juga mengeluarkan motor saya sambil bertanya 'badhe ngidul nopo ngaler?' setelah itu dihadapkan searah jalan ke rumah.. saya pun memberi beberapa peser uang koin dan ucapan terima kasih mengiringi senyum lebarnya...
Lesson learned: banyak orang tidak menyadari betapa profesionalnya tukang parkir tsb. Walaupun profesi ini dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang tapi dia telah menunjukkan passion yg besar untuk memastikan pekerjaannya dilaksanakan dngan baik dan tidak mengurangi sedikitpun hak pelanggan parkir, malahan memberikan lebih...


Training Camp OSN SMP Provinsi Jateng

Setelah mengikuti training camp provinsi di semarang selama 10 hari, pagi ini ananda Maulana Abdul Aziz dan Harya M. Wijaya mengikuti seleksi tk. provinsi Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP 2016.. Mohon Doanya semoga hasil doa dan ikhtiar mereka diberikan yang terbaik oleh Allah SWT... Aamiin.





Morning Tea,

Inspirasi Pagi; membiarkan atau mendiamkan adalah bahasa halus dari membolehkan... jika kita diamkan atau biarkan perilaku buruk anak2 seolah kita memberikan sinyal bahwa perbuatan itu dibolehkan.. jadi, pendidik itu harus greteh dan dimanapun dia berada harus menjadi teladan dan nasihat kebaikan bagi siswa2nya..

@Teachers Daily Briefing, Smp Islam Al Abidin

Jumat, 12 Februari 2016

Harus Bersyukur!!!


Tanggal 28 Januari 2016 yang lalu saya harus melakukan operasi penyempitan saluran kemih di PKU Muhammadiyah Solo. Karena sebelumnya saya mengeluhkan ketidaknyaman pra dan pasca berkemih. Kemudian saya putuskan untuk mendatangi klinik urologi di PKU Solo dan dokter menyarankan melakukan test uretografi, dimasukkan cairan posfor melalui penis dan ditembakkan ke dalam sampai kandung kemih. Dan hasil foto aliran posfor tersebut berhenti di salah satu titik urethra sehingga bisa diputuskan bahwa saya mengidap penyempitan saluran kencing  atau striktus dan harus segera dilakukan operasi untuk melebarkan kembali urethra. Operasi dilaksanakan dengan metode laser yang sampai saat ini saya sendiri belum tahu cara kerjanya, yang jelas setelah diberi tindakan tersebut tidak ada sisa luka yang nampak dari luar.
Pasca operasi, selama satu minggu saya harus memakai selang kateter dimana saya tidak merasakan keinginan untuk berkemih. Air kencing keluar dengan sendirinya ke wadah yang berkapasitas 2 liter yang selalu ada di dekat saya. Setelah selang dilepas, saya harus melakukan terapi kateter selama satu sampai tiga bulan untuk menghindari kekambuhan.
Dari peristiwa tersebut saya mendapat banyak pelajaran dan hikmah bahwa kesehatan adalah sesuatu hal yang patut kita syukuri dan memuji kebesaran penciptaan Allah terhadap semua mahluknya. Terbukti dari salah satu organ saja yaitu saluran kemih ada design yang luar biasa. Coba bayangkan ketika urin yang merupakan hasil metabolism ginjal di keluarkan melalui saluran uretra ke kandung kemih. Kemudian ketika kandung kemih sudah 2/3 terisi kita baru merasakan dorongan untuk ke kamar mandi dan air kencing akan keluar ketika kita menemukan tempat yang tepat untuk membuang hajat.
Karena Allah menciptakan mekanisme kerja tubuh kita sudah sangat lengkap. Dalam saluran kencing saja ada dua katup yang secara otomatis bekerja untuk tubuh kita. Katup pertama mengirim sinyal “kebelet” ketika kandung kemih sudah 2/3 terisi oleh urin dan katup kedua terbuka ketika kita sudah menemukan tempat yang pas dan sudah siap mengeluarkan urin. Jadi manusia dewasa dalam keadaan normal tidak akan mengeluarkan air kencing dengan sendirinya alias ngompol. Sehingga kita bisa hidup nyaman dan tenang tanpa perlu khawatir ngompol ditempat yang tidak kita inginkan.
Itu hanyalah salah satu organ saja, belum kita bicara organ yang lain seperti ginjal, liver, sistem pencernaan, sistem syaraf, otak, dll yang merupakan design dari sang pemilik kehidupan ini.
Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang pandai bersyukur……..


Rabu, 11 Maret 2015

Action Plan of 7 characters of Successful Students


1. Peduli;
PEKA; adalah program Peduli Kawan yang dimaksudkan untuk melatih kepekaan diri dan meringankan bebaban saudara atau kawan yang membutuhkan. Program tersebut dilaksanakan setiap hari jum’at pagi pada jam pembinaan wali kelas.
Peduli dengan lingkungan ; kebersihan, kerapihan dan keindahan:
-          Melaksanakan program  bersih dan rapi
-          Guru memulai pelajaran setelah memastikan kebersihan dan kerapian kelas.
-          Check list kebersihan di setiap sudut yang rawan sampah.
-          Patroli kebersihan di waktu istirahat oleh Osis dan guru.
-          Pemberian penghargaan kepada kelas paling bersih dan rapi.
-          Check kebersihan dan kerapian harian oleh wali kelas 3 x sehari; pagi, siang dan sore.
-          Semua guru dan karyawan wajib menegur setiap ada kelas/ tempat yang kotor atau anak yang membuang sampah sembarangan.
-          Program “sekolah tanpa vandalism.
Simpati dan Empati
-     Mengadakan program penggalangan dana untuk meringankan beban teman/ guru/ karyawan yang mebutuhkan.
-      Menjenguk anak/ guru/ karyawan yang sakit.
-       Mendorong pembelajaran teman sejawat
-        Menyelenggarakan program atau aksi simpatik.

2. Disiplin;  
Jadwal Piket; memaksimalkan jadwal piket untuk memantau anak yang datang terlambat, pemberian treatment kepada siswa yang terlambat. Siswa yang terlambat melaksanakan mura’jaah kemudian diberikan tugas sosial untuk merapikan atau membersihkan lingkungan sekolah dengan dibersamai guru piket.
Briefing pagi untuk checking kehadiran guru; guru sebagai model bagi siswa untuk berdisiplin harus senantiasa terkontrol kedatangannya. Oleh karena itu, setiap pagi pukul 06.55 semua guru berkumpul di ruang perpustakaan sebelum masuk ke kelas masing-masing.
Upacara/ apel pagi; untuk mendisiplinkan anak dan guru; upacara selain sebagai kegiatan wajib juga dimaksudkan untuk mendisiplinkan siswa dalam hal baris-berbaris dan sikap khidmat dalam mengikuti upacara. Beberapa guru berjaga dibelakang untuk mengawasi siswa dan jika ada siswa yang tidak baik dalam bersikap dan berkhidmat langsung diminta maju ke depan lapangan.
Disiplin masuk ruang kelas bagi guru dan siswa; sekolah menyediakan jurnal kbm dan catatan harian KBM. Jurnal KBM diisi oleh guru mata pelajaran dan catatan harian KBM diisi oleh siswa. Catatan tersebut berisi jam guru hadir di kelas, guru meninggalkan kelas, kekosongan jam pelajaran dan riwayat KBM lainnya.
Disiplin dalam beribadah di sekolah dan di rumah dengan memaksimalkan pengurus siswa dan kelas dalam ikut mengontrol sholat berjama’ah serta adab-adab di dalam masjid.
Disiplin berpakaian; sebelum masuk ke sekolah guru piket mengecek kelengkapan seragam siswa dan guru mapel mengecek kelengkapan seragam sisiwa sebelum memulai KBM.

3. Kerja Keras, Cerdas dan Ikhlas;
Daily Motivation; setiap pagi jam 6.55, semua guru briefing pagi untuk koordinasi terkait, piket, check kondisi, update berita seputar sekolah dan penyampaian kalimat motivasi dari guru secara bergiliran. Motivasi pagi yang disampaikan guru disampaikan kepada seluruh siswa oleh wali kelas atau guru jam pertama dan petugas piket kelas menulisnya di atas papan tulis.
Laporan bulanan guru dan karyawan secara deskriptif membantu dalam mengontrol profesionalitas guru dan karyawan.
Adanya susasan salaing menyemangati dan memotivasi.
Supervisi KBM .
Pembinaan SDM secara rutin dilaksanakan dua kali dalam sebulan (minggu pertama dan kedua)
4. Tanggung jawab
Menanamkan sikap self-belonging siswa terhadap sekolah dan kelas mereka dengan menampilkan profil sekolah kita dibanding dengan sekolah lain dan pemberian reward kepada kelas yang paling bersih, rapi, tertib dan disiplin. Penanggung jawab penilaian tersebut ada di wakasek kesiswaan dengan dibantu Humas.
Mempertanggungjawabkan amal harian mandiri siswa melalui buku mutabaah dan mentoring.
Memberi penugasan siswa sebagai pengurus kelas secara bergilir/ mereorganisasi kepengurusan kelas setiap bulan.
Bertanggung jawab dengan box catering, sampah, selebaran/edaran ataupun barang lain dengan melabeli benda tersebut dengan nama siswa yang bersangkutan.
5. Jujur:
Menerapkan tata aturan dan pendekatan kepada siswa di saat test atau ujian supaya mengerjakan dengan jujur.
Menuliskan amal ibadah harian siswa secara mandiri dengan kontrol berkala oleh wali kelas dan mentor masing-masing dan dikonfirmasi kebenaran checklist kepada orang tua terkait.
Revitalisasi kantin utuk menanamkan kejujuran transaksional anak.

6.  Etika :
Membudayakan senyum , sapa, salam
Sebelum guru masuk ke ruang kelas dan memulai pelajaran, guru harus mengetuk pintu dan mengucapkan salam, kemudian sebelum memulai pelajaran memberikan senyum dan menyapa/ menanyakan keadaan siswa.
Ketika ada tamu atau orang tua siswa datang ke sekolah, siswa dibiasakan untuk senyum dan memberi salam kepada siapapun.
Membumikan etika islami dalam bergaul di lingkungan sekolah dengan pembiasaan adab islami dan ibadah terutama di jam-jam senggang atau istirahat dan shalat.
Memperhatikan etika-etika bergaul dengan menanamkan kata-kata positif dalam percakapan.
Menanamkan sikap rendah hati dan hormat kepada guru dan orang yang lebih tua.
Penting bagi guru untuk menunjukkan kewibawaan mereka di depan siswa tanpa memisahkan jarak antara mereka.

7.  Taat aturan
Merancang kembali perangkat-perangkat aturan sekolah yang relevan dan bisa diterapkan sehingga penegakan terhadap aturan-aturan tersebut menjadi tegas serta menyediakan treatment terhadap pelanggaran aturan.
Dibentuk tim perencana yang terdiri dari wakasek kesiswaan, wali kelas dan guru tertentu untuk menyiapkan perangkat aturan dan treatment.
Mencatat setiap pelanggaran terhadap aturan sekolah; wali kelas dan guru dibekali dengan buku catatan pelanggaran anak harian.
Terdapat bimbingan khusus terhadap siswa yang sering melanggar peraturan dengan melibatkan wali kelas dan orang tua siswa.
Memajang kata-kata affirmasi terkait dengan aturan dan himbauan.





Rabu, 22 Oktober 2014

ToT Kurikulum 2013



Dalam menyiapkan pengelola sekolah untuk mengimplementasikan kurikulum 2013. Pemerintah menyelenggarakan ToT  Kurikulum 2013 bagi kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK di SMP N 1 Surakarta. Pelatihan yang diikuti oleh Kepala Sekolah se Kota Surakarta tersebut berlangsung mulai 20 Oktober sampai 23 Oktober 2014.
Pelatihan tersebut menekankan pada beberapa perubahan mendasar dari kurikulum 2006/ KTSP ke kurikulum 2014. Perubahan yang paling mendasar ada pada standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan dan standar penilaian. Pelatihan yang di kemas dalam bentuk workshop member kesempatan bagi peserta untuk berkolaborasi dan bereksplorasi di dalam kelompok. Kemudian hasil workshop. Dengan begitu peserta bisa saling bertukar informasi seputar materi-materi pelatihan.

Dari workshop 4 hari tersebut diharapkan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah mampu secara holistic menguasai kurikulum 2013, menginternalisasikan, mengelola dan menginspirasi segala sumber daya di sekolah sehingga tujuan Kurikulum 2013 bisa tercapai dengan baik.