Rabu, 31 Agustus 2016

Kirim Surat ke Pak Menteri

Sejak gawai menjadi gaya hidup remaja zaman sekarang, tampaknya pola komunikasi tulisan cukup mengalami distorsi. Tulisan yang merupakan bentuk ekspresi dari ide, gagasan dan penyampain pesan sudah mulai digantikan dengan pola komunikasi tanpa makna, penuh keluh kesah, bahasa lebai dan minim kesan dan pesan kebaikan di dalamnya. 
Tugas kita sebagai pendidik di zaman 'millenials' ini adalah memperbaiki pola komunikasi tersebut. Dengan media apapun, harusnya ide, gagasan, dan pesan disampaikan dengan bahasa yang baik, bermakna dan menepati kaidah-kaidah tertentu. 
______________________

Sejumlah siswa Smp Islam Al Abidin sedang mengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Bp. Muhajir Effendi, dalam rangka mengikuti sayembara penulisan dengan tema 'membaca dan menulis adalah kunci menguasai dunia'.
Semoga dengan sering diselenggrakannya kegiatan-kegiatan seperti ini, semakin menumbuhkan budaya literasi generasi bangsa Indonesia.

Tirakatan

'Diokeh-okehi sing tirakat le, ben bejo mulyo ndunyo lan akhirat'. Nasihat ibu yang dulu sering diulang-ulang ketika saya akan menghadapi ujian sekolah, masuk PT, tes kerja atau kesempatan yang lain. Dulu belum 'ngeh' dengan apa kata 'tirakat' itu, tapi yang jelas makna tersiratnya adalah beliau menyuruh saya untuk memperbanyak ibadah dan belajar, mengurangi tidur dan main-main, bangun lebih pagi dan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik.
Tentu saya setuju itu adalah syarat jika kita ingin sukses, karena kesuksesan tidak akan diperoleh bagi orang yang bermalas-malasan, tidak mau belajar, bangun siang dan tidak bisa membuat prioritas dalam hidupnya.
Malam ini, kata tirakatan mungkin yang paling familiar. Di malam 17 agustus, hampir setiap kampung di penjuru negeri meggelar hajatan berupa panggung gembira, kumpul-kumpul, 'lek-lekan', karaokean, dll dengan 'embel-embel' 'tirakatan'. Saya tidak ingin mengusik kebiasaan-kebiasaan yang sudah berjalan lama ini, tapi yang jelas kata 'tirakatan' harus ditemukan kembali maknanya, diresapi dan dijadikan ikhtiar bersama menuju kejayaan bangsa Indonesia. Dan, terserah apapun tafsir anda tentang bagaimana harus bertirakat.
________________

Full Day or Half Day

Setelah ramai di media sosial tentang wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru untuk, Muhajir Effendy, melaksanakan sistem 'fullday school' di indonesia, banyak yang langsung menentang, mencemooh dan nyinyir terhadap wacana tersebut, bahkan tidak sedikit yang membandingkan dengan Finlandia sebagai negara dengan sistem dan output pendidikan terbaik (versi mereka), kemarin saya mendapatkan kepastian tentang Finlandia dan sistem pendidikannya langsung dari sumbernya, Mr. Allan Hakan Schneitz, The leader of theDream School Project in Finlad.
Dia menyampaikan di negara, yang hanya berpenduduk 5,5 juta jiwa, peran pendidikan tidak bisa kita berikan hanya kepada sekolah, tapi juga orangtua dan masyarakat. Jadi ketika siswa di sana bersekolah, 5 s.d 6 jam/hari, mereka pulang ke rumah sudah ada 'guru' lain yang menunggu, mereka adalah orang tua, tetangga, televisi/tontonan yang punya peran yang sama dengan sekolah. Bahkan peran masyarakat termasuk yang paling urgen dan beliau mengutip sebuah pepatah afrika 'it takes whole village to raise a child' sehingga masyarakat sadar bahwa untuk membesarkan seorang anak dibutuhkan kolaborasi yang utuh antara pengelola negara, sekolah, orang tua dan masyarakat. 
Dan di akhir ketika ada seorang penanya yang meminta pendapatnya tentang keberadaan sekolah 'fullday' di Indonesia, beliau menjawab dengan bijak bahwa permasalahan bukan pada beberapa lamanya bersekolah tapi efektivitas dalam pendidikan di sekolah. Ketika lama itu efektif dan memberi added value bagi peserta didik itu lebih baik, dan sebaliknya kalo waktu di sekolah singkat dan kita tidak bisa memastikan akan belajar apa mereka setelah di sekolah maka fullday itu mungkin lebih baik'
Singkat kata, kita harus bijak memandang keberadaan fullday maupun non-fullday dari bagaimana kondisi lingkungan masyarakat kita dan kebijakan negara untuk mengelola 'tontonan' yang dijadikan tuntunan sebagai media belajar atau justru sebaliknya.

Siraman motivasi Jum'at

Pagi ini motivator menyampaikan inspirasi yang menggerakkan. Sebelum mulai menyampaikan materi, beliau memberikan bina suasana dan 'ice breaker' terlebih dahulu kemudian beliau mengawali dengan menunjukkan ke siswa bahwa betapa banyak nikmat yang Allah swt berikan kepada kita, maka bersyukur adalah sebuah keharusan. Banyak orang yang kurang beruntung dari kita tapi punya semangat dan prestasi luar biasa apalagi kita yang diberikan banyak kelebihan. Selanjutnya, beliau menyampaikan bahwa kesuksesan berawal dari mimpi. Maka, tanamkanlah impian atau cita-cita karena itu akan memberi enerji yang besar untuk menjalani hari demi hari kehidupan kita. Orang yang punyai impian kuat, kesehariannya pasti bersemangat, berfikir positif, hidupnya teratur/terjadwal, dan senantiasa melakukan kebaikan-kebaikan. Dengan keyakinan, kerja keras, rencana yang matang, dan yang paling penting berdoa maka insyaAllah cita-cita yang kita impikan akan bisa terwujud.
Di akhir materi, beliau mengajak seluruh siswa untuk mengartikulasikan semangat dengan mengajak yel-yel; aku bisa! aku bisa! aku bisa!.
_______________
Terima kasih atas motivasinya Dr. Ita Kusumawati, M. Kes, Direktur Pelayanan Medik RSUD Karanganyar sekaligus orang tua murid level 9.
________________________
Mudah-mudahan siswa lebih bersemangat lagi belajar dan menata masa depan mereka mulai dari sekarang. Karena Mr. Oogway pernah bilang; 'yesterday is a history, tommorow is a mistery and today is a gift'. Syukuri dan manfaatkan hari ini untuk merencanakan dan menata masa depan kalian. Semangat sukses anak-anakku semua.


Mari BerQurban

Q. S. Al-Kautsar: 1 – 2,
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Sesungguhnya Kami telah memberikan karunia sangat banyak kepadamu, maka sholatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah kurban (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT)".




Dikejar Deadline

Mereka sudah mengenal;
Tenggat
Lembur
Target

Target adalah sesuatu yang harus kau hadapi. karena hidup ini adalah mengukir prestasi sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya. 'khairunnas anfauhum linnas', sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya. untuk menjadi bermanfaat kita harus mengukir banyak kebaikan dan prestasi dalam hidup kita, sehingga yang kita hasilkan akan membawa dampak bagi orang lain. Sehingga, hiduplah kalian dengan target-target yang kalian tentukan sendiri sebelum orang lain menentukan target-target kalian. berjuanglah, karena masa depan kalian masih panjang. 
_________
Semoga semangat mereka (Siswa level 8) dalam mempersiapkan Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) 2016 membuahkan hasil manis. 'Hasil InsyaAllah tidak akan menghianati proses'.




Kamis, 02 Juni 2016

Pelepasan Angkatan Ke-4

Bismillah,
Saya teringat terakhir kali naik moda transportasi Transjakarta beberapa tahun yang lalu. Sebelum mencapai 'selter' atau pemberhentian berikutnya, selalu saja diingatkan dengan 'notice' yang kira-kira berbunyi seperti ini; "the next stop is Harmoni, please check your belonging and mind your step" yang artinya "pemberhentian berikutnya adalah Harmoni, mohon periksa kembali barang bawaan anda dan berhati-hatilah dalam melangkah". Dalam urusan naik bus saja kita tidak bosan-bosannya diingatkan agar bersiap-siap, waspada dan hati-hati, apalagi kalau itu menyangkut masa depan kalian yang masih panjang. Sebentar lagi adalah masa SMA, persiapkan diri kalian untuk kesana, bawa dan cari bekal sebanyak-banyaknya dan yang paling penting adalah berhati-hatilah dalam menentukan sikap sehingga kalian bisa menapaki setiap selter demi selter kehidupan dengan baik dan gemilang. Fokuslah, karena tangga berikutnya pasti akan lebih berat.
Demikian penggalan pesan yang kami sampaikan dalam pelepasan/ akhirussanah kelas 9 Smp Islam Al Abidin Angkatan ke-4 di Gedung Graha Saba Buana, Solo, 2 Juni 2016.
dan kami ucapkan terima kasih atas doa, dukungan dan semangat dari; Dinas Dikpora Kota Surakarta, Yayasan Al Abidin, Orang tua/wali siswa, POMG kelas 9 dan semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan dan pengajaran di Smp Islam Al Abidin. Jazakumullah Khairan Katsiran.